Follow by Email

Minggu, 03 Juli 2011

Dasar Public Relations

Dasar Public Relation

Public relations : suatu kegiatan yang memperoleh good well dengan citra yang baik di masyarakat, suatu hubungan dalam masyarakat. Adapun pengertiannya secara luas : bentuk komunikasi persuasive dan terencana yang ditujukan untuk mempengaruhi public yang berarti, atau usaha yang direncanakan selama terus menerus dengan sengaja guna membangun dan mempertahankan dalam pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakat
Perbedaan public relation, iklan dan marketing :
1. Iklan itu mempromosikan dirinya sendiri dalam suatu produk
2. Public relations : orang yang menilai tentang produk kita.
3. Marketing atau pemasaran : meminta penilaian dari masyarakat.
Manfaat public relations : sebagai fasilitator atau perantara, sebagai penghubung perusahaan dengan karyawan, pemerintah dengan masyarakat.
Seseorang public relations harus mempunyai :
1. Wawasan luas.
2. Bersikap positif
3. Cerdas
4. Punya komunikasi yang baik.
5. Berpendidikan baik.
6. Skill
7. Berpengalaman.
Gangguan dalam public relations : masyarakat tidak percaya atau tidak memahami pada pecitraan yang positif.

Unsur-unsur Public Relations :
1. Fungsi manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi timbal balik.
2. Melibatkan diri dalam persoalan manajemen.
3. Membantu manajemen supaya responsive terhadap opini public
4. Menetapkan dan menekankan tanggungjawab manajemen.
Tujuan hubungan insan (human relations) dan hubungan masyarakat (public relations) adalah sama. Untuk membina keharmonisan (keselarasan), sifat dari PR lebih bersifat atau bernuansa komunikasi massa dan tertuju secara objektif pada persesuaian dan pemenuhan selera, harapan atau kepentingan orang banyak.
Fungsi PR : melaksanakan upaya-upaya untuk menumbuhkan, memelihara dan membangun citra. Sedangkan tujuan PR : pencapaian citra yang diharpkan dan pemeliharaan citra positif yang sudah berjalan dengan cara menciptakan pemahaman, pemeliharaan opini yang mendukung, dan membentuk good will dan kerjasama.
Ruang lingkup PR :
1. Hubungan dengan pelanggan.
2. Hubungan dengan masyarakat atau penduduk.
3. Hubungan dengan pers atau media massa.
4. Hubungan dengan instansi pemerintah.
5. Hubungan dengan karyawan atau pegawai.
6. Hubungan dengan berbagai pihak terkait.
Adapun tata cara pelaksanaan komunikasi persuasive menurut Walbur Schramm :
1. Attention : memancing perhatian.
2. Interest : menarik minat.
3. Desired : membangkitkan hasrat atau keinginan.
4. Decision : mendorong orang mengambil keputusan.
5. Action : menggerakan agar orang melakukan tindakan.
Fungsi dari PR :
1. Melayani kepentingan public dengan baik dan memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik.
2. Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi.
3. Menciptakan komunikasi 2 arah secara timbal balik
4. Membina hubungan secara harmonis antara perusahaan dn public.
Tujuan PR menurut Lesly ada beberapa macam :
1. Pencitraan.
2. Promosi produk atau jasa.
3. Menghadapi dan mendeteksi isu dan peluang.
4. Goodwill karyawan (internal).
5. Menetapkan posisi.
6. Solusi.
7. Goodwill komunitas (eksternal)
8. Goodwill stakeholders atau public (para pemegang saham)
9. Mengatasi kesalahpahaman dan prasangka
10. Mencegah serangan dari pesaing
11. Goodwill para pemasok atau distributor
12. Goodwill pemerintah
13. Goodwill bagian lain dari industry
14. Hubungan kerjasama
15. Goodwill bagi para customer
16. Merumuskan dan membuat pedoman kebijakan
17. Mengarahkan perubahan.
Khalayak sasaran Eksternal PR :
1. Konsumen : pada marketing PR
2. Penyalur atau distributor : orang atau organisasi yang menguasai jaringan distributor. Penyalur hanya mau menyalurkan barang yang dikehendaki konsumen.
3. Pemasok : orang atau organisasi yang mengadakan persediaan, pembekalan dan mensuplai.
4. Bank : lembaga komersial yang tidak hanya mengandalkan bunga yang diterima, melainkan juga jaminan atas pengembalian pinjaman pelaku debitur. Dalam hal ini tugas PR dalam bank : financial relations yaitu usha untuk meningkatkan pemahaman bank terhadap reputasi debitur dan membina kepercayaan para investor dan menyandang para investasi.
5. Tugas PR dalam pemerintah : penentu kebijakan, mengeluarkan peraturan yang menguntungkan bagi produsen. Keberadaan government PR, yang berfungsi memantau secara berkala, kebijakan pemerintah baik yang mengatasi maupun yang member peluang tertentu (dinas-dinas yang berkaitan) dengan melakukan lobi atau nego untuk mempercepat dan mempermudah suatu perizinan (ex : fatwa MUI bahwa merokok itu haram hukumnya).
6. Pesaing : orang atau perusahaan yang berusaha berbuat lebih baik untuk memperhatikan keunggulan masing-masing dalam tindakan atau karya.
7. Komunitas : masyarakat yang tinggal, hidup dan berusaha disekitar lokasi public atau kantor suatu permasalahan. Dalam hal ini tugas PR dalam komunitas : mendidik komunitas agar mereka dapat berhubungan timbal balik termasuk di dalamnya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sebagai sumber tenaga kerja di perusahaan.
8. Pers : usaha pengumpulan dan penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio dan TV.
Media PR / Humas Eksternal
1. Jurnal eksternal, adpun khalayak sasarannya :
a. Konsumen, orang yang menginginkan keunggulan dari produk.
b. Distributor, menjalankan promosi yang efisien dan strategis
c. Opini public
d. Pelanggan tetap
2. Media Audiovisual, tujuannya : untuk menjangkau khalayak, menjangkau pesan khusus. Ex : berupa film,tv, profil dari sebuah perusahaan, yang manfaatnya, antara lain :
a. Membuat lebih tertarik kesannya.
b. Untuk perpustakaan, untuk disimpan sebagai dokumentasi.
c. Untuk catalog atau untuk iklan
d. Untuk pertemuan dengan pers
e. Untuk pameran
f. Untuk menjangkau daerah yang terperosok yang masih bisa dijangkau.
3. Literatur edukatif : semua bahan cetakan untuk sebuah produk yang berisi pengetahuan, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada khalayak. Ex : pada margarine, dibaliknya atau dibawahnya terdapat label buku resep
4. Komunikasi lisan : yang masih berkaitan dengan media audiovisual
5. Pameran : dipakai PR sebagai menyampaikan pesan-pesan kepada peengunjung, mempromosikan sebuah produk
6. Seminar dan konferensi : pertemuan khusus kepada khalayak dalam menyampaikan sebuah pesan. Tidak dalam hal promosi tapi bertujuan edukatif. Ex : mahasiswa diundang ke sebuah perusahaan yang bertujuan pada citra perusahaan.
7. Sponsor. Tujuannya menunjukkan niat baik, citra positif pada sebuah perusahaan. Dan ada 3 jenis sponsor : iklan, pemasaran dan untuk tujuan humas.

Media PR / Humas Internal
1. Jurnal internal. Bentuknya berupa : majalah, Koran, madding.
2. Papan pengumuman
3. Kaset video dan cctv. Tujuannya : menghadirkan komunikasi tatap muka secara langsung (tidak personal).
4. Stasiun radio milik sendiri.
5. Jaringan telp.internal.
6. Kotak saran
7. Insentif bicara
8. Siaran umum, yang terdiri dari sejumlah pengeras suara.
9. Obrolan langsung, sifatnya sama dengan komunikasi lisan yang bersifat personal atau pribadi.
10. Dewan pekerja
11. Literature pengenalan atau informasi : berkaitan tentang profil budaya atau pengenalan informasi.
12. Presentasi video/slide : bertujuan mendidik para pegawai baru, memperjelaskan standar keamanan kerja, memaparkan laporan/mendemostrasikan produk baru.
13. Konferensi staf dan rapat dinas
14. Inspeksi pimpinan : kunjungan para pemimpin perusahaan ke masing-masing cabang perusahan. Tujuannya untuk melihat kinerja dengan laporan.
15. Tour staf : kunjungan timbal balik stafnya di urut-urut yang lain, hanya ingin sekedar tahu.
16. Acara kekeluargaan.
17. Pameran dan peragaan : menjelaskan sejarah dari sebuah perusahaan
18. Klub social : tujuannya memperat hubungan antara pihak manajemen dengan para pegawai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar